Pondok Pesantren (Ponpes) Loteng Karangduak (Kelurahan Karangduak) merupakan pesantren tertua. Pondok pesantren yang berdiri di kampung Pasarsore kelurahan Karangduak ini pada masa lampau pernah menjadi pusat jujukan para ‘ulama besar Sumenep. Diceritakan beberapa tokoh kiyai besar Sumenep telah menjejakkan kakinya di pesantren ini demi mengenyam ilmu di situ.
Sejarah Madura
Berbagai informasi menarik tentang sejarah awal Pulau Madura, serta sejarah berdirinya wilayah di Pulau Madura termasuk perjuangan prajurit Madura melawan penjajahan
Mengenal Museum Mandilaras Pamekasan
Dinamakan Mandilaras, terkait dengan nilai kesejarahan keraton Mandilaras yang merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Pamekasan pada abad ke 16, yaitu ketika Panembahan Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras.
Hubungan Daeng Karaeng dengan Kerajaan Sumenep
Eetelah menyelidi Giliyang Daeng Karaeng Mushalleh pamet ke Adipati Sumenep Raden Asirudin ( Panembahan Somala) untuk pulang menjemput keluarganya di Makasar. Setelah lama tidak terdengar kabar akhirnya Sultan Penambahan Somala
Peran Andang Taruna dalam Pembabatan Giliyang
Sebagaimana telah disinggung didepan bahwa Andang Taruna dan adiknya Jaya Prana mempunyai peran yang cukup penting dalam pembabatan Giliyang. Kedua tokoh ini menjadi pembuka jalan utama bagi para generasi selanjutnya. Penting untuk dicatat bahwa di awal pembabatan Giliyang Sumenep berada dalam pemerintahan Pangeran Yudanegara
Pembabat Giliyang Adalah Ulama Besar
Selama ini Pulau Giliyang atau Gili Iyang diknela sebagai obyek wisata alam dan kesehatan, karena terdapat oksigen tinggi. Namun jarang yang tahu siapa dan bagaimana seorang ulama besar sampai membabat pulau ini
Penobatan Bendara Saud sebagai Penguasa Sumenep
Bendara Saud sebagai penguasa barn yang berasal dan kaum santri yang kharismatik. Tampilnya kaum santri mi menandai terjadinya pergeseran kekuasaan di Sumenep, yaitu munculnya pemimpin dan kalangan agamawan.
Tumenggung Jaingpati Menyambut Kedatangan Trunojoyo
Tumenggung Jaingpati mengumpulkan pemimpin-pemimpin di Sumenep, juga memanggil Raden Bugan. Mereka kemudian bermusyawarah untuk menyambut kedatangan Raden Trunojoyo yang kemungkinan akan melakukan serangan terhadap Sumenep. Dan hasil persidangan, semua sepakat untuk menunjuk Tumenggung Jaingpati sendiri yang pantas untuk menyambut kedatangan Raden Trunojoyo, baik sebagai tuan rumah maupun sebagai musuh.
Tumenggung Jaingpati, Sebagai Adipati Sumenep
Aria Tumenggung Jaingpati diangkat sebagai Bupati Sumenep di bawah pengaruh kekuasaan Mataram. Dalam masa pemerintahan Jaingpati tidak ada perubahan yang berarti bagi kehidupan masyarakat.
Banyak Wide Dipromosikan Adhipati Madura Timur
Banyak Wide yang dikenal sebagai seorang Babatangan muda yang handal, Sri Kertanegara tampaknya membuat perlakuan khusus dengan mempromosikan tokoh muda mi menjadi Adhipati Madura Timur.
