tarian atau tembang yang di kidungkan, adalah ungkapan perasaan indah terhadap Allah Taala, junjungan Nabi serta rasa hormat kepada junjungan Ratu”, ungkapnya
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Laskar Rakyat Serang kapal Destroyer Belanda
Kesatuan Laskar Rakyat yang ada di Kalianget pada waktu itu adalah Cie Angkatan Laut RI dibawah pimpinan Sabidin, sedangkan Laskar Buruh Indonesia (LBI) dibawah Osman Polontalo, selanjutnya beliau tidak diketahui tempat tinggalnya
Asta Karang Sabu dan Masa Tumenggung Kanduruan
Raden Tumenggung Kanduruan adalah putra dari Sultan Alam Akbar Al-Fatah (Raden Patah) yaitu Raja Demak Bintoro yang berkuasa pada tahun 1478-1518 M, sedang Raden Patah merupakan putra dari Raja Majapahit
Pembubaran Negara Madura
Kebencian rakyat Madura terhadap pembentukan Negara Madura yang terpisah dari NKRI selain diwujudkan dalam bentuk pembubaran negara tersebut, juga dilampiaskan dengan cara menurunkan secara paksa terhadap para pejabat yang dianggap pro Belanda dan anti NKRI.
Pemungutan Suara Pembentukan Negara Madura
Lantaran mendapat tekanan dari Belanda, akhirnya dilakukan pemungutan suara pada tanggal 23 Januari 1948 untuk menetapkan negara Madura. Dari pelaksanaan pemungutan suaea dihasikan sebagai berikut
Pendirian Negara Madura
Meskipun secara geografis wilayah Madura terpisah dengan Jawa, namun secara politis Madura pada jaman kerajaan selalu berada di bawah kerajaan – kerajaan besar di Jawa terutama Mataram. Madura pada waktu itu bukanlah sebagai wilayah yang bebas dari kekuasaan Jawa bahkan harus tunduk pada kekuasaannya.
Sejarah Pembentukan Negara Madura
van Mook ini kemudian dilanjutkan dengan mendirikan negara -negara bagian yang lainnya seperti: Negara Sumatera Timur, Negara Madura, Negara Pasundan, Negara Sumatera Selatan, dan Negara Jawa Timur.
Jejak-jejak Cina Muslim di Pasongsongan Sumenep
Kisah Cina Muslim di wilayah pesisir utara Sumenep, tepatnya di Pasongsongan, terdapat sebuah perkampungan yang didiami orang Cina Muslim. Mereka mengklaim sebagai warga keturunan Cina yang masih termasuk santri Sunan Ampel. Konon mereka mendiami Madura sejak zaman maraknya penyebaran dakwah di Jawa melalui tangan-tangan para sunan
Sapudi Kepulauan Islam Pertama di Sumenep
Seorang penyeru dakwah bernama Sayyid Ali Murtadha yang menuju arah Timur dan mendarat di sebuah pulau yang dikenal sekarang dengan Sepudi. Di sanalah dia menyiarkan agama baru, Islam pertama di kepulauan Sepudi.
