Rumah Literasi Sumenep sebagai komunitas gerakan dalam bidang pengembangan literasi , telah meluncurkan buku Bunga Rampai Cerita Rakyat Sumenep, “Mutiara yang terserak” .Buku perdana penerbitan Rumah Literasi itu merupakan bagian dari sejumlah program literasi yang kemudian akan disusul penerbitan buku selanjutnya dengan konten-konten lokal kemaduaraan.
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
KH. Ahmad Basyir Pernah Menjadi Pemimpin Pasukan Penyebar
Ahmad Basyir selaku Ex Cdt Kompi Sabilillah di Guluk-guluk ditugasi sebagai pemimpin pasukan penyebar, beranggotakan sembilan orang IVG (Inlichtingen Velligheids Groep). Mereka melakukan gerakan bawah tanah secara illegal (sernbunyi-sembunyi) dan banyak hasil yang telah dilakukan
Tradisi; Martabat Masyarakat Madura
Madura merupakan satu-satunya yang memiliki nilai plus, karena nilai tradisi menjadi tolok ukur sebagai martabat bangsa Madura.
Kiai Abdullah Sajjad, Ditembak Belanda Saat Sholat
Kiai Abdullah Sajjad meminta idzin kepada Belanda agar diberi kesempatan melaksanakan Sholat sunnah. Permintaannya dituruti oleh Belanda,
Inilah Silsilah Asta Sindir dan Para Adipasi Sumenep
Mengurai silsilah Asta Sindir yang berlokasi di desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura yang ternyata banyak melahirkan ulama dan tokoh di Sumenep.
Mengurai Benang Merah Keberadaan Asta Sindir
Desa Sindir memili peninggalan sejarah yang cukup tua, yaitu berupa berupa asta atau pemakaman Agung Rahwan, disebut-sebut sebagai ualama
Menelisik Cikal-Bakal Lahirnya Ulama Sumenep
Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep merupakan salah satu desa tertua di Madura bagian Timur. Kawasan ini dahulu merupakan tempat keramat.
Yang Tersembunyi Dibalik Budaya Madura
Sosok budaya Madura pada tahapan awal itu ditandai dengan dominannya unsur-unsur Jawa yang terpetakan jelas dalam pola struktur masyarakat, sikap dan perilaku sosial, jenis-jenis kesenian, serta struktur bahasa
Pemberontakan Rakyat Secara Terbuka di Prajjan
Pada tahun 1943 terjadi pemberontakan rakyat secara terbuka di Prajjan (dekat Sampang) yang dipimpin oleh seorang pemuka pesantrean setempat
