kebangkitan bangsa Indonesia.
Tahun 1928 Tabrani kembali ke Indonesia dan pada tahun tersebut diselenggarakan Kongres Pemuda II. Yamin dan para tokoh yang dulunya menentang Tabrani,
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Tantangan Budaya Madura di Era New Media
Orang Madura dianggap sebagai etnis yang keras dan suka dengan kekerasan, kondisi seperti ini telah banyak dipersepsikan oleh orang diluar pulau Madura tentang karakter masyarakatnya yang kasar.
Marlena; Rumah Tangga Pak Toha
Babak baru kehidupan rumah tangga Pak Toha, akhirnya tiba juga. Bayangan sepi yang selama ini dikhawatirkan, secara perlahan-lahan mulai merambat dari waktu ke waktu
Mati Ketawa Ala Madura
Konon orang Madura dikenal sebagai masyarakat religius dan sangat serius dengan religiusitasnya. Karena itu mereka berduyun-duyun pergi ke Masjid dengan wajah berbinar-binar
Kapal Borobudur; Ekspedisi Samudera dari Sapeken ke Benua Amerika
Pembuatan Kapal Borobudur dilakukan di Pulau Kangean yang terletak sekitar 60 mil (sekitar 90 Km) sebelah utara daratan Bali, tepatnya di desa Pagerungan Kecil, Sapeken, Sumenep,
Marlena; Kembalinya Kepingan Hati
Dengan bergegas suami istri itu meninggalkan Kampung Lebak. Dalam benak mereka ada satu isyarat, bila Marlena dibawa kabur Kamil
Budaya Lokal Berkaitan dengan Harga Diri
Masih dalam memelihara harga diri, leluhur orang Madura menginginkan setiap insan tidak hanya memelihara harga dirinya sendiri, tetapi harus memelihara harga diri keluarga, artinya setiap orang Madura
Marlena; Hilangnya Sebutir Mutiara
Itulah kekhawatiran Marlena bila hal ini terjadi pada dirinya, meskipun pada dasarnya ia telah banyak membaca keberadaan dan sikap hidup keluarga Pak Toha yang bijak, rasa ikhlas dan terbuka.
Keseharian Hidup Masyarakat Madura
Leluhur orang Madura memang sebagian besar merupakan pelaut yang tangguh. Bahkan, untuk mengenang hal itu, mereka yang sudah menetap di pedalaman sebagai petani mereka menghiasi atap rumah mereka dengan motif perahu (haluan dan buritan perahu
