Dari sejarah Bangkalan berasal dari kata “bangkah” dan ”la’an” yang artinya “mati sudah”. Istilah ini diambil dari cerita legenda tewasnya pemberontak sakti Ki Lesap yang tewas di Madura Barat
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Panembahan Ki Lemah Duwur, Pemikir Kemakmuran dan Kemajuan Rakyatnya
ilsilah panembahan Ki lemah Duwur, diawali kedatangan dua orang keturunan raja Majapahit yang terakhir yaitu Prabu Brawijaya yang bernama Lembu Petteng dan Menak Senoyo di Madura pada abad ke XV.
Hari Jadi Kota Sampang Mengacu pada Situs Rato Ebuh
Hari Jadi Kota Sampang tercetus dalam sidang paripurna Pengesahan Pemakaian Lambang Daerah pada bulan Oktober 1973. dan Mengacu pada Situs Rato Ebuh
Muhammad Saleh Werdisastro, Penulis Buku Babad Sumenep
Muhammad Saleh Werdisastro adalah pria Madura kelahiran Sumenep 14 Mei 1908, putra dari cedekiawan R. Musaid penyusun Buku Babad Sumenep. Sang ayah kemudian dianugerahi sejumlah uang (gulden) dan gelar Werdisastro
Muhammad Saleh Werdisastro Menanamkan Rasa Kebangsaan
Walaupun harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan, dengan tekad bulat, Muhammad Saleh Werdisastro, mendirikan sekolah setaraf HIS yang dapat menampung anak-anak lapisan bawah.
Warga Asal Madura di Banyuwangi Lestarikan Tradisi Macaan
Komunitas warga asal Madura di Banyuwangi kini memiliki kelompok paguyuban yang disebut Joko Tole. Nama…
Pesantren Modal Pengembangan Bahasa Madura
Pesantren merupakan modal budaya sekaligus modal sosial dalam mengembangkan bahasa Madura. Pengalaman pesantren dalam pergumulannya dengan bahasa Madura adalah usaha memanfaatkan bahasa Madura itu sendiri secara maksimal, dengan sejumlah daya dukung yang cukup besar —terutama kapitalisme-cetak.
Bahasa Madura Sebagai Ilmu
Hirarki bahasa Madura di satu sisi memang membatasi atau bahkan menghambat kemajuan bahasa Madura sendiri karena tidak sejalan dengan desakan modernitas yang menjunjung egaliterianisme dan kepraktisan. Namun di sisi lain hirarki bahasa Madura telah memungkinkan, bahkan mendorong, agar bahasa Madura memainkan fungsi sosial justru di saat struktur sosial menghadapi jalan buntu
Kiai Abdullah Sajjad: Tokoh yang Tegas dan Berkarakter
Kiai Abdullah Sajjad adalah putra Kiai Syarqawi dari Nyai Qamariyah. Dilahirkan di Guluk-Guluk Sumenep Madura….
