Yang menarik dari olahraga rakyat itu sebenarnya bukan terletak pada menakisme teknis tarik tambang yang berbeda dengan tarik tambang pada umumnya. Akan tetapi, ketika ditengok lebih dalam, tarik tambang memuat sebuah realitas dimana hargadiri, salah satunya, menjadi taruhan.
Lomba Tarik tambang bagi masyarakat Madura tak sekedar adu otot, strategi bermain, kekuatan fisik, tetapi juga perang harga diri. Ada perang harga diri yang tampak di sana. Kemenangan tarik tambang dianggap sebagai peneguhan jatidiri, kekutan, kehormatan, bahkan kekuasaan. Karena itu, lomba naje’ tampar ialah medium perebutan kehormatan dimana yang menang boleh menepuk dada kemudian disegani semua orang. Biasanya ketua sebuah kelompok yang memegang peranan penting dan paling berkepentingan merengkuh kemenangan kelompoknya. Sebab kepala kelompok lah yang pertama kali dilihat orang ketika kelompoknya menang atau kalah dalam ajang itu.
Berangkat dari cara pandang itu, pelbagai cara ditempuh demi merebut kemenangan. Kelompok yang saling bertanding tak hanya mempersiapkan kekuatan fisik dan taktik-strategi. Akan tetapi juga cara-cara mistik melalui ritual-ritual dan proses tertentu. Karena itu, dukun atau kiai kemudian menjadi rujukan untuk meminta bantuan.
Lumrahnya, beberapa hari sebelum pertandingan, ritual dilakukan tiap malam. Ada yang melalui wiridan tertentu yang diberikan kiai, ada juga yang melalui bacaan-bacaan alqur’an. Tak jarang pula, para peserta menggunakan jimat (kotekah) untuk menopang kekuatan secara gaib. Pada kenyataannya, tak jarang peserta yang kalah “pamor” kalap bahkan sampai pingsan dan tak sadarkan diri. Itu semua dipercaya sebagai dampak dari wiridan dan ritual yang telah dilakukan. Di samping itu, kepercayaan itu dibuktikan pula oleh banyaknya kejanggalan yang terjadi di arena. Banyak kelompok yang secara fisik menonjol tetapi dapat dikalahkan dengan mudah oleh kelompok yang terdiri dari remaja belasan tahun dan tidak memiliki kelebihan fisik dan otot. Semua cara itu digunakan demi meraup kemenangan dalam lomba naje’ tampar.











