Penyelenggaraan Upacara (Tata Urut Upacara).
1. Tahap Awal, Acara Gundeggan
Pada tahap awal adalah kegiatan mengundang segenap tokoh masyarakat, warga desa dan tokoh ulama untuk mengadakan persiapan upacara. Musyawarah ini diadakan di tanah Galis (tempat paokolan). Persiapan pemberangkatan dlikuti oleh sejumlah remaja putri desa, warga masyarakat dan tokoh ulama dari masing-masing pedukuhan.
2. Tahap Rerembagan
Pada tahap rerembagan adalah tahap musyawarah yang secara rutin diadakan di tanah Galis. Masalah yang mereka bahas meliputi persiapan upacara. Perlengkapan upacara, tujuan untuk melestarikan tradisi Radat Gumbak.
3. Tahap Korbanan
Korbanan adalah acara penyembelihan kambing hitam mulus yang berkaki putih. Tempat pengorbanan kambing di tanah Galis (sesudah musyawarah). Daging kambing korban dibagi-bagikan ke segenap warga desa, selanjutnya daging ditanam di depan rumah (halaman rumah). Difungsikan sebagai penolak bala’. Selanjutnya demi kemakmuran, warga desa mengisi kas/keuangan desa.
4. Tahap Okolan / Pertarungan Tokoh.
Kegiatan bela diri atau Okolan ini untuk menetapkan satria / tokoh pembela keamanan desa. Tokoh bela diri (okolan) ini sering menjadl “gandrungan” atau idola remaja putri desa. Okolan diakhiri dengan pengalungan ketupat bagi tokoh yang telah dikalahkan.












Ternyata budaya Madura juga memiliki nilai yang tidak kalah dengan budaya2 lain di Indonesia. Dengan kata lain setiap budaya memiliki pesan moral yang patut untuk diambil hikmah dan pelajaran…..,
upacara menarik, baru kali kali ini saya dengar. makasih infonya lontar madura, semoga banyak tulisan tentang madura yang uptodate
masih banyak sekali warisan adiluhung madura yang belum tertuliskan, mulai dari ujung timur hingga ujung barat. 🙂