Labãng Mesem bisa diartikan sebagai Pintu Senyum, merupakan pintu masuk menuju Kawasan utama Keraton Sumenep. Ia semacam pintu gerbang utama, lazimnya bangunan keraton pada umumny
Budaya Madura
Mengenal dan memahami tentang Madura, melestarikan dan mengembangkan budaya Madura sebagai kebanggaan kebudayaan nasional
Erosi Rasa Bermadura
Inilah mungkin yang oleh kita dirasakan sebagai terjadinya erosi rasa bermadura atau tergerusnya rasa kemaduraan
Bahasa Madura dan Sektor Usaha
kondisi bahasa Madura saat ini, selanjutnya kita simak bersama bagaimana posisi bahasa Madura dalam sektor ekonomi
Tantangan Budaya Madura di Era New Media
Orang Madura dianggap sebagai etnis yang keras dan suka dengan kekerasan, kondisi seperti ini telah banyak dipersepsikan oleh orang diluar pulau Madura tentang karakter masyarakatnya yang kasar.
Budaya Lokal Berkaitan dengan Harga Diri
Masih dalam memelihara harga diri, leluhur orang Madura menginginkan setiap insan tidak hanya memelihara harga dirinya sendiri, tetapi harus memelihara harga diri keluarga, artinya setiap orang Madura
Keseharian Hidup Masyarakat Madura
Leluhur orang Madura memang sebagian besar merupakan pelaut yang tangguh. Bahkan, untuk mengenang hal itu, mereka yang sudah menetap di pedalaman sebagai petani mereka menghiasi atap rumah mereka dengan motif perahu (haluan dan buritan perahu
Selintas Madura dan Budaya Masyarakatnya
Di dalam pergaulan hidup maupun perhubungan sosial sehari-hari, etnik Madura selalu berbahasa Madura bukan berbahasa Jawa. Dalam penelitian dari lima bahasa yakni Madura, Lampung, Bali, Bugis, Kayan, dan Kisa
Perempuan Madura:“Mengada” Ditengah Himpitan Budaya Matrilokal dan Kekuasaan Patriarkat (2)
Komitmen perempuan Madura untuk bekerja keras, kemu¬ dian menuai hasil (ngarkar pas acolbi’) dalam kondisi alam yang keras, tidak menjanjikan, dan kurang menguntungkan
Perempuan Madura: “Mengada” Ditengah Himpitan Budaya Matrilokal dan Kekuasaan Patriarkat (1)
Beberapa penelitian menunjukkan meski perempuan madura memiliki kekuatan ekonomi dengan kepemilikan pemukiman tanean lanjeng, namun masih kuatnya budaya patriarki yang meng¬ hegemoni masyarakat madura pada umumnya berimplikasi pada rendahnya
