Tradisi ritual samman merupakan pertunjukan ritual yang ide dasarnya sebagian besar berisi dzikir kepada Allah swt, yang dilaksanakan dalam berbagai kesempatan penting.
Tradisi Madura
Tradisi Madura merupakan nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura, yang selama ini menjadi titik tolak dalam pola hidup dan kebanggaan masyarakat Madura
Lok-alok Sebagai Repertoar Lisan Madura
Lok-alok jaman dulu berupa larik bebas meski tetap mematuhi aturan rima. Gaya puitis lok-alok, sangat berbeda dan gaya puisi yang dinyanyikan (kèjhung), yang ditampilkan pada acara tanda’
Lok-alok, Deklamasi yang Ditarikan
Lok-alok merupakan acara pengumuman nama sapi yang telah ikut serta dalam lomba atau kerapan sapi. Lok-alok adalah penampilan bertutur kata tokang lok-alok
Tradisi Jejel, Lomba Kerbau Ala Kangean
Selain kerapan sapi, di Pulau Kangean Sumenep terdapat lomba sejenis, yaitu lomba kerbau, yang kemudian disebut masyarakat setempat Jejel atau uji coba lomba
Nilai dan Tatakrama Orang Madura
Kewajiban Orang Madura harus selalu tahu aturan, nilai dan tatakrama dalam setiap tindakannya, yang menjadi kewajiban harus dilaksanakan sesuai dengan aturan
Toron Tana, Tradisi Ritual Bayi Usia 7 Bulan
Tradisi toron tana ini diberlakukan bagi bayi usia 7 bulan yang pada saat usia tersebut bayi mulai mengenal benda-benda yang dilihat dan disentuh (diambil) dihadapannya.
Ghumbak, Upacara Ritual Penyucian Pusaka
Tradisi Ghumbak telah berlangsung ratusan tahun lamanya, bahkan ada yang meyakini telah berlangsung dua abad lamanya. Dua orang tokoh sakti yang namanya selalu disebut-sebut ialah Buju’ Toban dan Buju’ Bung Kenek.
Pelet Kandung, Upacara Kehamilan Masyarakat Madura
Pelet Kandung punya arti pijat kandungan. Di masyarakat Madura melakukan pijat kandungan sebagai bentuk penghindaran agar bayi yang dikandungnya selamat.
Busana Tradisi Rakyat Madura
Secara umum masyarakat Madura mengenal perbedaan busana berdasarkan usia, jenis kelamin, status sosial maupun kegunaannya, baik sebagai busana sehari-hari
