Tradisi atau kebiasaan masyarakat tradisional, kadang dianggap aneh tidak lazim bahkan menjadi lucu. Di Pulau Poteran Sumenep terjadi tradisi pengantin anak
Tradisi Madura
Tradisi Madura merupakan nilai yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Madura, yang selama ini menjadi titik tolak dalam pola hidup dan kebanggaan masyarakat Madura
Alalabang, Tradisi Lisan Ditengah Gempuran Kesenian Modern
Pertunjukan ini memiliki pola dan pakem yang standar, yaitu mereka mendatangi kuburan sesepuh (Bujuk) dengan membawa beberapa sesaji, acara doa tertentu, dan di antaranya terdapat pertunjukan yang dapat dijadikan tontonan dan tuntunan
Menilik Kembali Kesenian Alalabang
Biasanya jauh sebelum kesenian alalabang ini didatangkan, masyarakat menyelenggarakan acara tasyakuran, dengan mendatangkan beberapa tokoh masyarakat dan agama,
Prosesi Upacara Pelet Kandung
Ada beberapa nilai yang terkandung dalam upacara pelet kandung. Nilai-nilai itu antara lain adalah: kebersamaan, ketelitian, gotong royong, keselamatan, dan religius.
Upacara Selamatan Kandungan Masyarakat Madura
Penyelenggaraan upacara pelet kandung diadakan ketika usia kandungan seseorang telah mencapai tujuh bulan. Sebelum upacara diadakan, pada bulan pertama
Saronen, Musik Rancak dari Madura
Ciri khas instrument musik Saronen tumbuh berkembang di masyarakat Madura. Bunyi yang dihasilkannya perpaduan karakteristik dan identitas masyarakat Madura
Bertarung Memperebut Istri, Tradisi Masyarakat Pagerungan Kecil
Jika di sumatera seorang perjaka harus menculik calon istrinya sebelum di lamar, maka di Pulau Pagerungan Kecil, seorang mempelai laki-laki harus menang terlebih dahulu bertarung melawan kelurga pihak keluarga si perempuan.
Tembang Sandur Madura
Sebagaimana seni tradisi Madura lainnya, Tradisi Sandur Madura menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sebuah kebutuhan masyarakat Madura terhadap fenomena kesenian.
Tari Gambhuh Pamungkas, Tarian Keprajuritan
Tari Gambhuh lebih dikenal dengan Tari keris, dalam Serat Pararaton tari Gambuh disebut dengan Tari Silat Sudukan Dhuwung, yang diciptakan oleh Arya Wiraraja
