Puisi Madura mulai terasa gregetnya. Penyair Madura, Yayan KS, menerbitkan antologi puisi mantra Madura dan mendapat respon positif semua kalangan sastrawan
Lontar Madura
Tulisan Tebaru
Serangan Final Belanda Besar-Besaran Ke Sumenep
Tentara Belanda melakukan serangan final (doorstoot) secara besar-besaran, pada tanggal 11 Nopember 1947, ke arah Sumenep yang dilindungi dengan beberapa pesawat terbang dan udara. Dengan segala upaya prajurit Madura melakukan pertahanan
Pusat Pemerintahan Sipil Pindah Ke Sumenep
Keadaan seluruh Madura dalam suasana tercekam, baik di kalangan pasukan maupun rakyatnya, karena ancaman serangan besar-besaran dari tentara Belanda ke pertahanan terakhir di Sumenep telah di ambang pintu
Serangan Balasan Terhadap Belanda di Desa Morsomber
Pejuang Madura mengadakan serangan balasan terhadap Belanda, sehingga terjadilah pertempuran sengit, di mana korban seorang tentara Prajurit Angkatan Darat
Penghianatan Dalam Pertempuran Klampar
Kelongsongan peluru yang bertumpuk dekat jenazah yang gugur membuktikan bahwa para parjurit Madura telah memberi perlawanan hebat dalam pertempuran Klampar yang tragis dan menyedihkan sebelum mereka gugur.
Serangan Umum di Kota Pamekasan
Serangan umum besar-besaran dengan gencar dimuntahkan peluru mitraliur dan mortir dari pihak Belanda ke Kota Pamekasan, akibatnya banyak memakan korban bagi rakyat. Ini merupakan pukulan berat bagi para pejuang Madura
Keberadaan Kesenian, Peran Pemerintah Penting
Peran pemerintah juga menjadi bagian penting dalam keberadaan kesenian dan kebudayaan karena kita hidup bernegara yang otomatis berpemerintahan sebangai pengambil kebijakan.
Pengerahan Tenaga di Daerah Pendudukan Belanda
Belanda adakan wervings commisie (komisi pengarahan tenaga kerja) guna menerima bekas tentara Belanda. Bagi yang ragu arti “Kemerdekaan” akan menerima tawaran
Pemetaan Basis Kesenian Tradisi Madura
Fenomena kesenian tradisi di Madura kerap banyak kalangan mempertanyakan. Dari sejumlah amatan, selain masyarakatnya mulai meninggalkan seni tradisinya, justru pihak Pemerintah tinggal diam dan bahkan sama sekali tak tergerah membuka ruang kesenian tradisi yang hampir musnah itu
