Sejarah Madura  

Sumenep pada Masa Kemerdekaan

Rakyat Sumenep berupaya mempertahankan setiap jengkal tanah, sekalipun dengan persenjataan yang sangat terbatas. Tapi semangat juang tetap berkobar dan tak bisa dipatahkan, karena semangat juang tak kenal lelah

Budaya Madura  

Re-Interpretasi Makna Bhapa’ Bhabu’ Ghuru Rato

Orang Madura tentu tahu dan mendengar istilah Bhapa’ Bhabu’ Guru Rato. Ada tiga kata yang penting untuk kita refleksikan maknya. Keempat kata itu memiliki nilai etika, nilai akhlak, nilai tengka, nilai filosofis dan nilai keilmuan bagi kita agar tidak menjadi sosok manusia yang kaku dalam melihat keberagaman manusia

Sastra Madura  

Sajak-Sajak Penulis Madura

munculnya penulis-penulis Madura dalam kancah sastra Indonesia tergolong agak lambat. Baru pada pertengahan 1960-an ada dua penulis dari Madura yang karangan-karangan mereka dimuat dalam majalah sastra bergengsi yaitu Sastra dan Horison. Mereka adalah M Fudoli Zaini dan Iskandar Zulkarnaen. Fudoli tidak pernah menulis puisi. Ia adalah penulis cerpen yang rajin dan kontinyu. Adapun Iskandar hanya sekali saja sajaknya muncul dalam majalah Sastra pada tahun 1966

Sastra Madura  

Remeh-Temeh Untuk Keagungan Puisi

Di Madura, sastrawan yang lahir dan muncul pada umumnya adalah penyair, bukan cerpenis atau novelis. Penulis prosa hanya dapat dihitung dengan jari, berbanding secara jomplang jika disejejarkan dengan penulis puisi. Hanya selangkah setelah menyebut nama Fudoli Zaini yang sudah lama berpulang, kita lantas akan mendadak kesulitan untuk mengajukan nama-nama prosais lain yang sudah mapan

Sastra Madura  

Perjumpaan Penyair Reboeng Madura

Komunitas Reboeng, Jakarta, turut mengapresiasi dan menerbitkan sejumlah karya-karya puisi penyair muda Madura, dalam buku Ketam Ladam Rumah Ingatan, yang diluncurkan pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2016, oleh komunitas Reboeng, Jakarta. Acara yang akan dilangsungkan di Pendopo, Sumenep