- Pamokolan; yaitu stick/pemukul memiliki makna tunggal yang menyiratkan tentang keesaan Tuhan dalam bentuk “alif”, yaitu Allah SWT.
- Keplak; yaitu bunyi ketukan yang memiliki makna Muhammad Rasulullah. Diisyarakan pamokolan dengan keplak selalu selaras dan seirama, hal ini dimaksudkan bahwa dalam setiap “nafas” tak lepas dari syahadat, yaitu dzikir kepada Allah dan Rasulullah.
- Leres Perreng; yaitu dawai dari kulit bambu yang memiliki makna aqidah, yaitu keyakinan akan agama Allah SWT adalah Islam, keyakinan terhadap agama Islam harus lurus dan fokus.
- Pathek / Pagenjhel; yaitu pengatur kekencangan dawai yang memiliki makna Iman, ini dimaksudkan jika keyakinan ummat “kendor” maka iman harus “dikencangkan”.
- Lobeng; yaitu lubang yang memiliki makna memohon, hal ini diibaratkan bahwa manusia memiliki akal dan mulut untuk berfikir dan bermunajat kepada Allah.
- Kopengan; (kopeng; telinga) yaitu membran (pengeras suara) yang menyerupai bentuk telinga memiliki makna “dengarkan suara”, dimaksudkan bahwa manusia memiliki akal untuk berfikir dan mulut untuk bermunajat. Maka “suarakanlah atau perdengarkanlah” permohonan dengan khusuk dan sungguh-sungguh.
- Bambu; yaitu sebagaimana bentuknya bambu secara keseluruhan memiliki makna cagak atau tiang yang menguatkan pertahanan Agama
Direview dari Museum Trunojoyo oleh Syaf Anton Wr











