Musik Ghul-Ghul; Musik Penggetak Laju Terbang Merpati

Prosesi Pertunjukan

Pada awalnya, para pecinta merpati ini membentuk sebuah organisasi dengan nama “Perkumpulan Dhara Gettak”. Setiap hari Sabtu perkumpulan ini mengadakan pertemuan dengan lokasi yang berbeda. Biasanya tempat pertemuan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan seluruh anggota dan dilaksanakan di areal yang luas, seperti lapangan  atau tegalan. Untuk lebih mempererat ikatan antar anggota, maka arisan dalam bentuk uang digunakan sebagai tali pengikat.

Pertemuan biasanya dimulai pukul 14.00 WIB sampai menjelang senja. Sembari menunggu anggota yang belum datang, instrumen musik Ghul-Ghul dimainkan. Irama musik yang dimainkan dalam acara pembukaan ini biasanya ber-irama sarka’ (mars). Irama sarka’ ini mampu menghadirkan serta menciptakan nuansa kegembiraan dan suasana riang. Hentakan-hentakan gendang maupun tiupan saronen dan seruling, meliuk-liuk, bergelombang, bergantian, susul-menyusul. Irama ini dimainkan untuk mengiringi berbagai jenis lagu, baik lagu keroncong, dangdut, pop maupun kidungan.

Setelah para anggota perkumpulan datang, membawa merpati-merpati dalam sangkar-sangkar tertutup maka irama musik diganti dengan irama yang lebih lembut dan melankolis. Lagu-lagu keroncong maupun gending-gending dimainkan, misalnya gending puspo, gending rarari, gending sinom, gunung gending mantuk dan sebagainya. Sambil menikmati alunan musik, para anggota biasanya duduk santai, bercengkrama ataupun saling pamer serta memuji merpati-merpati yang mereka bawa. Setiap anggota perkumpulan, biasanya minimal membawa 10 ekor merpati.

Selain irama lembut dan melankolis, irama yang dimainkan pun beragam. Hal itu tergantung permintaan para anggota. Terkadang gendingan ber-irama lembut tiba-tiba diubah dalam irama riang dan dinamis (sarka’). Hal itu dilakukan untuk menghangatkan suasana. Ketika memasuki senja serta irama musik telah dimainkan dalam durasi panjang, maka acara puncak pelepasan merpati dilakukan. Masing-masing anggota bersiap-siap dalam posisi duduk atau pun jongkok menghadap sangkar merpati. Dengan demikian setelah aba-aba diberikan, secara serentak dan bersamaan, para anggota “Perkumpulan Dhara Gettak” membuka pintu sangkar. Aba-aba diberikan dengan pukulan gendang bertalu-talu.

Ketika irama genderang dari pukulan gendang menghentak, maka secara serempak dan bersamaan serta dalam jumlah yang sangat besar, beratus-ratus burung merpati terbang membubung tinggi membelah angkasa. Yang menjadi pujian penonton adalah ketika merpati membubung sangat tinggi, setelah itu merpati-merpati menukik turun serta membentuk gerombolan-gerombolan  sendiri dan membentuk lingkaran dan terbang berputar-putar. Konon merpati-merpati tersebut bergerombol sesuai dengan koloninya masing-masing. Setelah berputar-putar agak lama, maka merpati-merpati tersebut akan pulang ke rumahnya (pagupon) masing-masing, tanpa satu pun ada yang tersesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *