Konon, kata Bangkalan berasal dari kata “bhangka” dan ”la’an” yang artinya “mati (tewas) dan “t’lah/sudah”. Istilah ini diambil dari legenda tewasnya pemberontak sakti Ke Lesap yang tewas di wilayah Madura Barat.
Sejarah Madura
Berbagai informasi menarik tentang sejarah awal Pulau Madura, serta sejarah berdirinya wilayah di Pulau Madura termasuk perjuangan prajurit Madura melawan penjajahan
Masa Kekuasaan Panembahan Mandaraga
Panembahan Mandaraka ini berkuasa sampai 1339 M dan mempunyai dua putra yaitu Pangeran Natapraja bertahta di Bukabu dari tahun 1339-1348 M dan Pangeran Nataningrat yang menggantikan kakaknya dengan karaton Baragung yaitu Guluk-Guluk
Sumenep Masa Pra Kemerdekaan
Jangankan Sumenep, Mataram yang merupakan kerajaan besar dan mempunyai pasukan perang puluhan ribu, juga tidak mampu menghadapi tentara Belanda. Yang dapat dilakukan oleh para Sultan Sumenep kala itu yakni melalui politik “ajhala sotra” (menjala sutra), atau menyindir tingkah Belanda secara halus dan samar
Perlawanan Terhadap Belanda; Clash I di wilayah Madura (bagian 3)
Belanda mengadakan serangan kejurusan Sumenep untuk mematahkan perlawanan para pejuang. Tentara Belanda mengarahkan semua kekuatannya dengan serangan udara selama dua hari tanpa henti-hentinya.
Perlawanan Terhadap Belanda; Clash I di wilayah Madura (bagian 2)
Selama perlawanan terhadap Belanda, gerilyawan yang selamat mengadakan pertahanan di desa kertagenna batas Pamekasan Sumenep sebelumnya pertahanan bermarkas
Sejarah Buju’ Batu Ampar Pamekasan
Ada kisah menyebutkan bahwa seorang yang berjuluk Bujuk Sarabe yang suka berbuat jahat berniat menghabisi beliau. Ketika akan membunuh Syekh Abu Syamsudin, saat Bujuk Sarabe dan anak buahnya mencabut senjata
Jejak Pimpinan Pemerintahan di Kabupaten Sampang
Pemerintahan Kabupaten Sampang sebenarnya ada sejak tahun 1478. setelah sekian kali pergantian kepemimpinan, kini Sampang telah berbenah dengan perubahannya
Cakraningrat I Anak Angkat Sultan Agung
Tusukan keris Setan Kober milik Pangeran Alit menyebabkan Cakraningrat I tewas seketika. Demikian pula dengan puteranya RA Atmojonegoro, begitu melihat ayahnya tewas dia segera menyerang Pangeran Alit, tapi dia bernasib sama seperti ayahnya.
Dari Plakaran Ke Arosbaya, Pragalba ke Pratanu (Lemah Dhuwur)
Sosok Pratanu atau dikenal dengan Panembahan Lemah Duwur adalah putera Raja Pragalba. Dia dikenal sebagai pendiri kerajaan kecil, yang berpusat di Arosbaya
