Sastra Madura  

Marlena; Keluarga Toha

Pak Toha sudah menanti kehadiran Fatimah, sambil duduk di kursi panjang. Cara ini adalah kebiasaan Pak Toha, bila ada sesuatu yang perlu dipertanyakaan atau dimusyawarahkan.

Sastra Madura  

Marlena; Mimpi Buruk

Sementara Marlena sendiri merasa selalu dihantui mimpi buruk yang telah menimpanya. Walaupun dia merasa ketakutan, tetapi Marlena tetap bungkam dan tidak menceritakan mimpi itu pada ayahnya.

Sastra Madura  

Marlena; Menepis Badai

Pikiran Bruddin dilanda kegalauan, semenjak dokter menyatakan bahwa Marlena positif terjangkit demam berdarah, jiwa Bruddin terasa terombang-ambing oleh sejuta kemungkinan.

Sastra Madura  

Marlena: Ingin Sekolah

Bagi Marlena usia itu justru sudah menapaki tebing-tebing terjal yang kadang belum terpikirkan oleh yang lain. Tebing-tebing yang membatasi tanah kelahirannya ke arah yang lebih maju. Marlena