Pettong popo bagi orang Madura bukan kekerabatan final. Itu sekedar penanda untuk lebih mudah mengingat. Karena bagi orang Madura “bile reya tada’ popona”
madura
Situs mengulas secara lengkap sekitar Pulau Madura: sejarah, tradisi budaya, kesenian, sastra, wisata, kearifan lokal, dan peristiwa lainnya | Inspirasi Madura
Dualisme Kepahlawanan Trunojoyo
Siapa tak kenal pahlawan dari Madura, Trunojoyo. Dia dianggap representasi heroisme pulau Garam. Namun nilai kepahlawanannya masih dipertanyakan, sehingga menjadi kontroversi …
Dari Nama Sampai Kejayaan Kerajaan Bangkalan
Konon, kata Bangkalan berasal dari kata “bhangka” dan ”la’an” yang artinya “mati (tewas) dan “t’lah/sudah”. Istilah ini diambil dari legenda tewasnya pemberontak sakti Ke Lesap yang tewas di wilayah Madura Barat.
Sobung
Penggambaran kesedarhanaan, keluguan dan kekonyolonan orang Madura digambarkan sedemikian rupa, hingga siapapun mendengar cerita akan jadi tersenyum, seperti tentang sobung dibawah ini:
KH. Zaini Mun’im Sosok Ulama Pencinta Ilmu
Tokoh NU yang satu ini, KH. Zaini Mun’im, sangat apresiatif terhadap kerukunan antar ummat, dan belian akan marah bila ummat dikotak-kotakan dan dibeda-bedakan. Beliau lebih suka mencari persamaan persamaannya daripada mempertajam perbedaannya.
Tradisi Pengantin Anak di Pulau Talango Sumenep
Tradisi atau kebiasaan masyarakat tradisional, kadang dianggap aneh tidak lazim bahkan menjadi lucu. Di Pulau Poteran Sumenep terjadi tradisi pengantin anak
Menilik Kembali Kesenian Alalabang
Biasanya jauh sebelum kesenian alalabang ini didatangkan, masyarakat menyelenggarakan acara tasyakuran, dengan mendatangkan beberapa tokoh masyarakat dan agama,
Persebaran Agama Islam di Madura
Persebaran agama Islam di Madura tersebut tidak hanya melalui dari jalur perdagangan saja, tetapi juga dari peranan para wali yaitu dari Sunan Ampel dan Sunan Giri yang mengutus murid muridnya ke madura. Bahkan Islam datang ke Madura ini merupakan hasil penyebaran dan pengajaran oleh sunan Giri
Perlawanan Terhadap Belanda; Clash I di wilayah Madura (bagian 3)
Belanda mengadakan serangan kejurusan Sumenep untuk mematahkan perlawanan para pejuang. Tentara Belanda mengarahkan semua kekuatannya dengan serangan udara selama dua hari tanpa henti-hentinya.
