Mempertahankan keberlangsungan hidup sastra Madura secara tidak langsung telah mengajarkan kepada masyarakat Madura untuk bertanggungjawab terhadap kondisi sosial masyarakat mereka sendiri
Lontar Madura1081 Posts
Hambatan dan Memajukan Sastra Madura
Mencermati dan mengkaji fenomena hidup dan matinya sastra Madura adalah salah satu cara untuk melestarikan dan mengembangkan sastra ini. Dengan pengkajian ini, diharapkan ancaman terhadap keberadaan sastra Madura akan dapat diketahui sedini mungkin sehingga dapat diambil langkah antisipatif sebelum ancaman tersebut benar-benar menghancurkan sastra Madura.
Sastra Madura: Potensi, Realita, dan Harapan
Sastra Madura penuh dengan pesan, kesan, kritik dan ajaran-ajaran. Di masa lampau sastra lisan maupun tulisan madura sangat diminati oleh masyarakat baik itu dari kalangan rakyat jelata maupun kalangan elit atau bangsawan.
Mengurai Situs Terpendam di Kebunagung Sumenep
Desa Kebunagung Sumenep menyimpan peta situs-situs penting yang selama ini terpendam kejayaan masa lalu sekaligus sebagai informasi sejarah yang belum terurai
Tapak Tilas ke Gua Jeruk
Perjalanan wisata ke Gua Jeruk, unik dan mengasikkan. Selain untuk bersenang-senang, juga terasa melakukan tapak tilas ke gua pertapaan Sultan Abdurrahman,
Menengok Goa Kandalia Langsar Sumenep
Goa Kandalia, tempat bersemedi dua bersaudara, Agung Marju dan adiknya Agung Kemuning. Setelah berhasil mendapat ilmu, kedua beradu berjalan diatas ilalang
Murkak, Sang Mpu Keris dari Madura
Murkak, tokoh dari Desa Aeng Tongtong Sumenep ini memang cukup dikenal masyarakat sebagai mpu keris. Bagaimana perjalanan hidupnya mengabdi sebagai mpu keris
Keris Aeng Tongtong, Pamornya Mendunia
Desa Aeng Tongtong yang terletak di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, memang dikenal sebagai lahirnya empu-empu pembuat keris. Seperti apa keberadaannya
Konfigurasi Kepribadian Suku Madura
Masyarakat suku bangsa Madura akan melakukan carok, yakni praktek-praktek kekerasan hingga pembunuhan menggunakan senjata tajam, yang disebabkan oleh pelecehan harga diri (baik terhadap individu maupun kolektif). Penyebab terjadinya carok berkaitan dengan konsep harga diri orang Madura yang disebut malo.
