Jangankan Sumenep, Mataram yang merupakan kerajaan besar dan mempunyai pasukan perang puluhan ribu, juga tidak mampu menghadapi tentara Belanda. Yang dapat dilakukan oleh para Sultan Sumenep kala itu yakni melalui politik “ajhala sotra” (menjala sutra), atau menyindir tingkah Belanda secara halus dan samar
Lontar Madura1081 Posts
Perlawanan Terhadap Belanda; Clash I di wilayah Madura (bagian 3)
Belanda mengadakan serangan kejurusan Sumenep untuk mematahkan perlawanan para pejuang. Tentara Belanda mengarahkan semua kekuatannya dengan serangan udara selama dua hari tanpa henti-hentinya.
Perlawanan Terhadap Belanda; Clash I di wilayah Madura (bagian 2)
Selama perlawanan terhadap Belanda, gerilyawan yang selamat mengadakan pertahanan di desa kertagenna batas Pamekasan Sumenep sebelumnya pertahanan bermarkas
Sambut Tellasan Topa’, Warga Socah Gelar Pawai Dokar dan Jikar Hias
Pawai dokar dan jikar hias tampak indah penuh pernik-pernik warna-warni. Dalam prosesi pawai dinilai dari tingkat keindahan hiasan dan penampilan
Sejarah Buju’ Batu Ampar Pamekasan
Ada kisah menyebutkan bahwa seorang yang berjuluk Bujuk Sarabe yang suka berbuat jahat berniat menghabisi beliau. Ketika akan membunuh Syekh Abu Syamsudin, saat Bujuk Sarabe dan anak buahnya mencabut senjata
Naik Perahu Menuju Madura
Anda suka pergi ke pantai? Lalu datanglah ke pantai utara ujung timur Pulau Madura. Desa-desa nelayan kecil dengan perahu warna-warni bertebaran di pantai , sungguh pemandangan indah dan menyenangkan
Jejak Pimpinan Pemerintahan di Kabupaten Sampang
Pemerintahan Kabupaten Sampang sebenarnya ada sejak tahun 1478. setelah sekian kali pergantian kepemimpinan, kini Sampang telah berbenah dengan perubahannya
Cakraningrat I Anak Angkat Sultan Agung
Tusukan keris Setan Kober milik Pangeran Alit menyebabkan Cakraningrat I tewas seketika. Demikian pula dengan puteranya RA Atmojonegoro, begitu melihat ayahnya tewas dia segera menyerang Pangeran Alit, tapi dia bernasib sama seperti ayahnya.
Dari Plakaran Ke Arosbaya, Pragalba ke Pratanu (Lemah Dhuwur)
Sosok Pratanu atau dikenal dengan Panembahan Lemah Duwur adalah putera Raja Pragalba. Dia dikenal sebagai pendiri kerajaan kecil, yang berpusat di Arosbaya
