Dahulu kala ketika masing-masing daerah di Madura dipimpin oleh seorang raja, Blega dipimpin oleh seorang pangeran namun dibawah kendali kerajaan Arosbaya yang dikuasai oleh Pangeran Pratano (Ki Lemah Duwur).
Lontar Madura1081 Posts
Asal Muasal Nama Desa Prenduan
Sebuah tempat dijadikan tempat stirahat kuda Jokotole disebut parenduan. Sampai saat ini warga Prenduan masih sangat hafal tentang asal nama Prenduan ini.
Tradisi Pengantin Anak di Pulau Talango Sumenep
Tradisi atau kebiasaan masyarakat tradisional, kadang dianggap aneh tidak lazim bahkan menjadi lucu. Di Pulau Poteran Sumenep terjadi tradisi pengantin anak
Alalabang, Tradisi Lisan Ditengah Gempuran Kesenian Modern
Pertunjukan ini memiliki pola dan pakem yang standar, yaitu mereka mendatangi kuburan sesepuh (Bujuk) dengan membawa beberapa sesaji, acara doa tertentu, dan di antaranya terdapat pertunjukan yang dapat dijadikan tontonan dan tuntunan
Menilik Kembali Kesenian Alalabang
Biasanya jauh sebelum kesenian alalabang ini didatangkan, masyarakat menyelenggarakan acara tasyakuran, dengan mendatangkan beberapa tokoh masyarakat dan agama,
Pangeran Katandur, Tokoh Penyebar Islam di Sumenep
Di daerah Sumenep juga ada seorang tokoh penyebaran agama Islam lainnya, yaitu Syayyid Ahmadul Baidhawi atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Katandur. Kuburannya terletak di desa Bangkal sebelah timur kota Sumenep dan sampai sekarang lebih dikenal dengan Asta Sabu
Masa Kekuasaan Panembahan Mandaraga
Panembahan Mandaraka ini berkuasa sampai 1339 M dan mempunyai dua putra yaitu Pangeran Natapraja bertahta di Bukabu dari tahun 1339-1348 M dan Pangeran Nataningrat yang menggantikan kakaknya dengan karaton Baragung yaitu Guluk-Guluk
Persebaran Agama Islam di Madura
Persebaran agama Islam di Madura tersebut tidak hanya melalui dari jalur perdagangan saja, tetapi juga dari peranan para wali yaitu dari Sunan Ampel dan Sunan Giri yang mengutus murid muridnya ke madura. Bahkan Islam datang ke Madura ini merupakan hasil penyebaran dan pengajaran oleh sunan Giri
Penyebaran Islam di Sumenep dan Perkembangannya
Penyebaran Islam dimulai dari Malaka, ada yang langsung ke Minangkabau dan Jawa Timur, di Gresik dan Tuban. Dari Gresik, kemudian berlanjut ke arah Madura.
