Pergeseran Makna dalam Tradisi Masyarakat Madura Rantau

Posted on04/05/2011

Setiap ajaran tampaknya memang harus mengalami reduksi atau penyimpangan dalam pelaksanaannya. Sekalipun secara doktrinal Islam sudah menentukan berbagai hal yang boleh dan yang tidak boleh dalam melakukan resepsi pernikahan, akan tetapi masyarakat muslim tetap melaksanakannya dengan berbagai cara yang sesuai dengan tradisi yang diikutinya sehingga mengalami pergeseran makna. Pergeseran makna walimah dapat kita temukan pada pelaksanaan walimah dalam tradisi masyarakat Madura Rantau, di Pasuruan dan Situbondo.

Dalam penelitian Aminah[1] terhadap masyarakat Madura di Desa Ngemplakrejo, ditemukan adanya sebuah tradisi pelaksanaan … Baca selanjutnya .....