Reformasi Administrasi Belanda bagi Kaum Ningrat Madura

Posted on02/12/2013
Catatan admin: tulisan berikut adalah sebuah makalah yang dibacakan dalam sebuah seminar di Manila, 25-28 Januari 1982, dan terangkum dalam buku “Radikalisasi Petani” yang ditulis oleh Dr. Kuntowijoyo, pada hlm. 81 – 111
Perempuan Madura, sedang megolah gerabah pada tahun 1910-1925

Perempuan Madura, sedang megolah gerabah pada tahun 1910-1925

Tiga kabupaten Madura—Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan—dalam abad kesembilan belas merupakan kadipaten-kadipaten agrornanagerial, dalam pengertian bahwa para penguasa dan rakyatnya memiliki sumber daya alam yang sama, yaitu tanah pertanian. Organisasi-organisasi politik mereka bisa disebut sebagai negara patrimonial dimana aparat pemerintahan … Baca selanjutnya .....