Mengangkat Kembali Sastra Madura Kuno Lewat Jhâpa

Posted on26/04/2014

GRENYENg editAtavisme suatu puisi kembali menjadi perbincangan, atau sebuah karya adalah sesuatu yang wajar. Mengingat perkembangan ôahasa dan budaya merupakan unsur kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Sebagaimana atavisme kredo puisinya Sutardji pada era 30-an yang syarat bernuansakan mantra.

Hal yang sama fenomena tersebut senada dengan Yayan KS, penyair asal Pamekasan-Madura yang dengan Iangkah beraninya telah memunculkan kembali sastra Madura yang disebut Jhâpa, atau Mantra dalam Bahasa Indonesia, lewat kumpulan Puisi Jhâpa” yang berjudul Grányeng.

Keberanian dimaksud karena sastra tersebut dalam kehidupan … Baca selanjutnya .....