Sumenep Masa Pra Kemerdekaan

Posted on20/08/2013

Sebuah prasasti yang tetera pada diding pagar sebelah utara masjid © 2012 | dok fnf-sepoeloe

Para penulis Babad atau sejarah Madura sering mengacu pada masa tsb sebagai periode Kepanembahan. Para penguasa Sumenep waktu itu oleh Belanda memang tidak dianggap sebagai vassal atau penguasa bawahan biasa. Mereka adalah Panembahan atau Bupati yang dipertuan (vorsytelijke regent) dan diperlakukan sebagai sekutu merdeka (onafhankelijke bondgenoten) yang tak tergantung kepada pemerintah Belanda. Tapi hal tersebut hanya merupakan siasat Belanda saja, karena pada realitanya para penguasa Sumenep tidak diperbolehkan berhubungan dengan pemerintah luar negeri. Mereka harus tunduk kepada keputusan Belanda, kesemuanya diaturnya termasuk dalam masalah sengketa … Baca selanjutnya .....

Muhammad Saleh Werdisastro, Penulis Buku Babad Sumenep

Posted on19/03/2011

[junkie-alert style=”yellow”]

 Berkat sumbangsihnya di dunia pendidikan, militer dan pemerintahan, nama, gambar dan foto dirinya diabadikan sebagai pahlawan perintis kemerdekaan dalam satu ruang tersendiri di Museum Monumen Yogya. Aktivis Muhammadiyah ini pernah mendirikan sekolah, berjuang bergerilya bersama Jenderal Soedirman, menjadi salah seorang pendiri Universitas Gajah Mada, walikota dan residen berpangkat gubernur. Bahkan namanya dijadikan nama jalan yang terletak di daerah Banjarsari Kota Surakarta.  [/junkie-alert]

Muhammad Saleh Werdisastro adalah pria Madura kelahiran Sumenep 14 Mei 1908, putra dari cedekiawan R. Musaid penyusun Buku Babad Sumenep. Sang ayah kemudian dianugerahi sejumlah uang (gulden) dan gelar Werdisastro (werdi = memberi arti, sastro =

Baca selanjutnya .....