Sekilas Tentang Masyarakat Pandalungan

Oleh: Ayu Sutarto

Pendalungan etnis Cina-Madura (lukisan Ardiansyah)

Wilayah kebudayaan pandhalungan (pandalungan) merujuk kepada suatu  kawasan di wilayah pantai utara dan bagian timur Provinsi Jawa Timur yang  mayoritas penduduknya berlatar belakang budaya Madura. Secara budaya, yang disebut masyarakat pandalungan adalah masyarakat hibrida, yakni masyarakat berbudaya baru akibat terjadinya percampuran dua budaya dominan. Dalam konteks kawasan “tapal kuda” Jawa Timur, budaya pandalungan adalah percampuran antara dua budaya dominan, yakni budaya Jawa dan budaya Madura. Pada umumnya orang-orang pandalungan bertempat tinggal di daerah perkotaan. Secara administratif, kawasan kebudayaan pandalungan meliputi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.

Dalam konteks geopolitik dan geososio-kultural, masyarakat pandalungan merupakan bagian dari masyarakat tapal kuda. Masyarakat tapal kuda adalah masyarakat yang bertempat tinggal di daerah tapal kuda, yakni suatu kawasan di Provinsi Jawa Timur yang membentuk lekukan mirip ladam atau kasut besi kaki kuda. Kawasan ini memiliki karakteristik tertentu dan telah lama menjadi kantong pendukung Islam kultural dan kaum abangan. Pendukung Islam kultural dimotori oleh para kiai dan ulama, sementara kaum abangan dimotori oleh tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh yang tergabung dalam aliran kepercayaan.

Tulisan, buku, dan kajian tentang masyarakat pandalungan masih sangat terbatas. Tetapi tulisan tentang peristiwa-peristiwa sosial-politik yang mencuat di kawasan “keras” ini telah cukup banyak, terutama tulisan tentang kekerasan politik dan politik kekerasan, atau kekerasan budaya dan budaya kekerasan. Tulisan ini akan mendeskripsikan secara singkat apa dan siapa, serta kehidupan sehari-hari masyarakat pandalungan. Kawasan pandalungan yang telah secara jelas menunjukkan ciri-ciri budaya hibrida adalah wilayah pantai utara dan bagian timur Provinsi Jawa Timur. Pada umumnya, orang-orang pandalungan bekerja di sektor-sektor pertanian, perkebunan, perdagangan informal, dan PNS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *