Roma Sékot Bângsal: Rumah Peninggalan Petinggi

Roma Sékot Bângsal model 3 (foto Tadjul AR)
  1. Bãngsal, karena mengerucut ke atas berbentuk limas ditunjang dengan 4 (empat) sasaka (tiang utama) yang berdiri diatas sen çihí (laridasan) terbuat dan batu.
  2. Diatas sasaka ada Iambhâng tompang saré (balk latei bersusun dua)sebagai penopang kerangka atap yang berbentuk limas dan kerangka ataptersebut menjadi penopang tolang bubung (kayu I balk nok), dan padaumumnya tidak memakai ghâbhâk (plafon),
  3. Sedangkan pintunya hanya satu ada di depan, dan disekeliling rumah tidakada pintu lagi.

    Roma Sékot Bângsal model 4 (foto: Tadjul AR)
  4. Di samping kanan kin pintu, ada 2 (dua) buah jendela, ada kalanya jendela ilengkapi dengan teralis dan kayu.
  1. Di atas pintu dan jendela ada ngén-angén, ring-jharing atau réng-taréng, ada yang ukiran ada juga yang dibuat dan tatanan bilah kayu (réng-erréng) dan dibeni nama réng-taréng, ada juga yang dilukis sepenti ukiran. Dan pada umumnya ukiran berbentuk daun dan bunga kadang ada juga bergambar burung Hong sebanyak dua ekor, jantan dan betina.
  2. Tembok di dalam serambi kanan kin atas ada télé p / palépét (garis tembok yang timbul dan tebal) diakhini oleh lukisan dedaunan dan ada lukisan bunga pada ujungnya.
  3. Di serambi ada 2 (dua) buah pilar, dua pilar dan batu (tembok) untuk penyangga pa-tampa (ring balk), dan ada 4 (empat) tiang dan kayu untuk pengängga sosoran. Ada juga pakai gerbil tonalé (siku belalai) dan besi yang bentuknya meliuk-liuk bagai belalai gajah, yang menopang pada Pilar.
  4. Baik sasaka (tiang utama), Iambhâng (balk Iatei), pa-tampa (balk ring), usuk, ring, tiang dan kusen semua pada umumnya terbuat dan kayu jati. (Tadjul Arifin R/Syaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.