Madura Untuk Indonesia

Posted on26/11/2015

D. Zawawi Imron

jembatan-suramadura-malam-hari

Keindahan Jembatan Suramadua malam hari

Berbicara tentang Madura bagi saya ada gampang tapi ada sulitnya- Madura menjadi gampang alias gampangan, jika saya berbicara Madura dengan hanya bermodalkan domisili, karena saya tinggal di Madura, tapi tidak bisa melihat Madura secara jernih apalagi bisa mereguk madunya Madura, karena mata saya lebih tertarik kepada tayangan-tayangan global, baik sinetron asing maupun dalam negeri, iklan-iklan cantik yang mempesona dan moralitas baru yang sebagian mungkin merugikan bagi tradisi kemaduraan. Ketika dunia ini saya … Baca selanjutnya .....

Asal Mula Pulau Kangean

Posted on05/06/2012

Asal Mula Nama

pulau-kangean-tampak-dari-atas

Pulau Kangean tampak dari atas

Kapan pulau yang berbentuk seperti burung perkutut itu ditemukan, tidak ada keterangan yang jelas. Juga mengapa diberi nama “Kangean” tak ada uraian yang pasti.  Zainal Fattah yang pemah menjadi Patih (Wakil Bupati) di Sumenep menjelang jatuhnya pemerintahan Hindia Belanda dan pada waktu-waktu tertentu datang ke pulau untuk mengadakan inspeksi menyatakan, bahwa menurut cerita orang-orang tua, pulau ini pada mulan ya masih merupakan gumpalan- gumpalan tanah yang timbul tenggelam menurut keadaan pasang surut … Baca selanjutnya .....

Kehidupan Masyarakat Pagerungan Sapeken

Posted on31/05/2012

Kemelaratan Hidup Masyarakat Pulau Pagerungan

Rumah adat suku Bajo di Sapeken

Rumah adat suku Bajo di Sapeken

Pagerungan adalah pulau kecil pada gugusan kepulauan Sapeken. Pulau ini terletak di sebelah timur laut  Pulau Madura. Dengan perjalanan menggunakan perahu bermesin diesel, pulau ini dapat ditempuh sekitar 8 jam dari Sumenep. Meskipun letaknya terpencil, Pulau Pagerungan menawarkan penorama tropis yang eksotik di tengah-tengah pergulatan warganya didalam menggantungkan hidupnya pada laut.

Meskipun Pulau Pagerungan ini masuk wilayah kabupaten Sumenep, namun kebudayaan setempat seperti rumah  adat,  cenderung  berkiblat pada Suku … Baca selanjutnya .....

Terdampar Sepekan di Pulau Sapeken

Posted on31/05/2012

Sekilas Pulau Sapeken

pulau sapeken

Pulau Sapeken tampak dari pelabuhan Kangayan

Kenapa dinamakan pulau Sapeken, kerena menurut cerita nenek moyang pualau tersebut yang mayoritas berasal dari Sulawesi Selatan dengan bahasa keseharianya yaitu bahasa Bajo. Bahwa dulu nenek moyang mereka terdampar kepulau tersebut dan tidak dapat keluar dari pualau tersebut selama satu pekan. Nah dari kata satu pekan itulah nama pulau itu diambil menjadi Sapeken yang artinya satu minggu. kalau orang madura menamakan Sepekan.

Karena nenek moyang tersebut dari sulawesi Selatan maka bahasa … Baca selanjutnya .....

Bahasa Komunikasi Masyarakat Sapeken

Posted on02/10/2011
kepulauan sapaken

Salah satu gugus di kepulauan Sapeken

Untuk menuju Pulau Sapeken butuh 12 jam perjalanan laut dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, dengan rute transit di pelasbuhan Batugulu, Kecamatan Arjasa, Kangean. Bisa melalui darat sepanjang Pulau Kangean, sedang kapal laut biasanya langsung menuju pelabuhan Sapeken. Perjalanan akan lebih cepat jika menggunakan sarana transportasi kapal cepat (3 jam dari Pelabuhan Kalinget menuju Arjasa) atau pesawat udara dari Bandara Juanda. Tapi kini akan dibuka Bandara Trunojoyo Sumenep, dengan rute Pulau Sapeken, dan mendarat lapangan terbang … Baca selanjutnya .....