Selamat datang di laman Lontar Madura semoga Anda menikmati informasi sekitar Madura, melalui perangkat mobile Anda.

Hubungan Daeng Karaeng dengan Kerajaan Sumenep

Posted on22/04/2015

Hubungan antara Giliyang dengan Sumenep dibangun sejak pembabat Giliyang pertama yaitu Andang Taruna dan Jaya Pranadilanjutkan dengan Ju’ Rabuna, dan ketika datang Daeng Karaeng Mushalleh sekitar tahum 1766-an untuk penyempurnakan pembabatan.

Ketika beliau menginjakkan kakinya pertama kali di Giliyang, Gili yang tampak masih sepi tidak banyak orang yang mendiami, setelah menyelidi Giliyang Daeng Karaeng Mushalleh pamet ke Adipati Sumenep Raden … Baca selanjutnya .....

Peran Andang Taruna dalam Pembabatan Giliyang

Posted on22/04/2015

Sebagaimana telah disinggung didepan bahwa Andang Taruna dan adiknya Jaya Pranamempunyai perang yang cukup penting dalam pembabatan Giliyang. Kedua tokoh ini menjadi pembuka jalan utama bagi para generasi selanjutnya. Penting untuk dicatat bahwa di awal pembabatan Giliyang Sumenep berada dalam          pemerintahan Pangeran Yudanegara (1648-1672 M) pengganti Tumenggung Jaing Patih. Dalam catatan raja-raja Sumenep, ia di catat sebagai seorang pemimpin yang … Baca selanjutnya .....

Pembabat Giliyang Adalah Ulama Besar

Posted on22/04/2015

Giliyang (kerap disebut juga: Gili Iyang), merupakan pulau kecil yang secara administratif masuk wilayah Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Giliyang ramai dibicarakan dan terangkat kepermukaan lantaran di pulau ini memiliki kadar oksigen tinggi dan berbaik dunia, selain dikenal sebagai pulau kecil dengan memiliki sejumlah obyek wisata menarik, seperti pantai menarik, wisata gua yang eksotik, dan lainnya. Namun dalam hal Baca selanjutnya .....

Penobatan Bendara Saud sebagai Penguasa Sumenep

Posted on23/11/2014

Situasi Pemerintahan Bendara Moh. Saud

Prasasti nisan makam Bendara Saud

Prasasti nisan makam Bendara Saud

Selama pemerintahan R. Moh. Saud rakyat kembali dalam keadaan aman dan sejahtera, karena para priyayi pembangkang terhadap R. Moh. Saud sudah pulang kembali ke tempat asalnya. Yang tinggal ialah kerabat keraton yang merupakan pendukung utama terhadap R. Bendara Moh. Saud dengan Ratu Ayu Rasmana Tirtanegara. Suami isteri itu di dalam … Baca selanjutnya .....

Tumenggung Jaingpati Menyambut Kedatangan Trunojoyo

Posted on16/11/2014

Raden Bugan Mengabdi Kepada Jaingpati

Usai menjalankan tugas dan raja Mataram, Raden Bugan kembali ke Cirebon diperintahkan Sultan Cirebon untuk kembali ke Sumenep. Ia diperintahkan untuk mengabdi kepada Tumenggung Jaingpati, Bupati Sumenep.

Raden Bugan bertolak dari Cirebon dengan mengendarai perahu dengan membawa serta Kiai Cirebon. Perahu berlayar mengarungi Laut Jawa dan selat Madura, sampai di perairan Selat Madura ia menepi … Baca selanjutnya .....