Arya Wiraraja Pendiri Kerajaan Majapahit

Demikianlah jasa-jasa dari Sang Arya Wiraraja selaku Adipati dari Sumenep, dalam memperjuangkan berdirinya kerajaan Majapahit. Dengan strategi politiknya yang cukup handal Arya Wiraraja mampu mengatur peperangan yang cukup rumit dan mengandung resiko yang sangat besar.

Setelah Sang Adipati Arya Wiraraja berhasil membantu Raden Wijaya dalam merebut kekuasaan Jayakatwang yang sebelumnya direbut dari Prabu Kertanegara mertua Raden Wijaya, maka Arya Wiraraja diangkat menjadi Adipati di Lumajang, yang menguasai Jawa timur bagian timur.

Pengangkatan Jabatan

Dengan hancurnya Jayakatwang dan tentara China, maka Raden Wijaya telah menjadi raja. Dengan demikian maka semua para pengikut setianya diberi jabatan sesuai dengan kemampuannya.

Dalam piagam (prasasti) Kudadu yang bertarikh 1216 tahun saka atau tahun 1294 masehi, atas berhasilnya perjuangan Raden Wijaya, maka semua pengikut setianya diberi kedudukan, disebut dengan nama-nama sebagai  berikut :

  1. Rakyan Menteri Arya Adikara Wiraraja, diberi hak kekuasaan di wilayah timur Jawa Timur, meliputi    Besuki, Lumajang, dan Panarukan terus ketimur hingga Blambangan , yang ibukotanya di Lumajang,
  2. Rakyan I Hino – Dyah Pamasi,
  3. Rakyan I halu – Dyah Singlar,
  4. Rakyan Menteri Sirikan – Dyah Palisir,
  5. Dharmmadyaksa Kasaiwan – Dang Acarya Agraja,
  6. Dharmmadyaksa Kasogatan – Dang Acarya Ginantaka,
  7. Pamegat Tirwan – Mapanji Paragata,
  8. Pamegat ring Pamotan – Dang Acarya Anggareksa,
  9. Pamegat ring jambi – Dang Acarya Rudra,

Nama yang disebut dalam Piagam Pananggungan, bertarikh 1218 saka atau 1296 masehi, sebagai berikut :

  1. Rakyan Mapatih Mangkubumi Majapahit – Arya Nambi,
  2. Rakyan Mapatih Daha – Arya Lembusora
  3. Adipati Mancanagara ring Tuban – Arya Ranggalawe yang diberi kekuasaan wilayah pesisir utara pulau Jawa,
  4. Rakyan Demung – Empu Renteng,
  5. Rakyan Demung Daha – Empu Rahat,
  6. Rakyan Kanuruhan – Empu Elam,
  7. Rakyan Rangga – Empu Sasi,
  8. Rakyan Rangga Daha – Empu Dipa,
  9. Rakyan Tumenggung – Empu Wahana,
  10. Rakyan Tumenggung Daha – Empu Pamor,
  11. Sang Nayapati – Empu Lungga,
  12. Sang Pranaraja – Empu Sina ,
  13. Sang Styaguna – Empu Bangah, yang dijadikan Adipati di Sumenep dengan menggantikan gelar Arya Wirajaya, dari keturunan inilah maka lahirlah pemimpin-pemimpin Sumenep hingga saat ini,
  14. Kebo Anabrang,  diangkat menjadi Tumenggung,

Pada tahun 1297 (menurut DR Prijohutomo th: 1293), melakukan ekspedisi ke kerajaan Malayu, dan pasukan Majapahit dipimpin oleh Ranggalawe, Kebo Anabrang dan Arya Nambi, sehingga kemenangan berada di pihak Majapahit,  mendapatkan  dua orang putri dan seorang putra yakni Dara Petak, Dara Jingga dan Adityawarman, sedangkan Dara Petak dan Dara Jingga dijadikan garwa ampean (selir) Raja Raden Wijaya, dan dari Dara Petak inilah lahirlah seorang putra bernama KALAGEMET yang kelak kemudian menjadi Raja Majapahit menggantikan Raden Wijaya, dengan nama Prabu Jayanegara. Dara Petak karena berjasa melahirkan putra mahkota maka namanya diganti menjadi : Indraswari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *